Jumat, 25 Januari 2019

Belajar dari Yahoo Mengapa Bisa Tunduk Terhadap Kekuatan Google

Di era yang sudah serba digital seperti sekarang ini, siapa si yang tidak kenal dengan Google? Google bahkan menjadi mesin pencari paling diminati dibandingkan mesin pencari lain di seluruh dunia. Sebenarnya, banyak sekali mesin pencari yang tersedia. Salah satunya adalah Yahoo. Meskipun Google dan Yahoo sama-sama memiliki perusahaan raksasa dalam kategori mesin pencari, namun ada beberapa faktor mengapa Yahoo bisa tunduk pada kekuatan Google


Nasib Berbeda Antara Yahoo dan Google

Kedua perusahaan besar Yahoo dan Google nyatanya memang memiliki nasib yang berbeda. Perbedaan yang harus Anda ketahui adalah tentang fokus serta keputusan-keputusan tepat yang dipilih pada masa perkembangan perusahaan. Yahoo sangat merajai sistem pencarian pada tahun 2000 dan membawahi situs-situs pencarian lainnya.

Namun ternyata, sukses dengan mesin pencarian yang diluncurkan membuat perkembangan Yahoo menjadi tidak terpusat pada inti bisnis mereka. Perkembangan Yahoo kemudian tidak lagi terpusat pada mesin pencari dan keputusan-keputusan penting dalam perusahaan pun terombang-ambing karena seringkali mementingkan konten dibandingkan dengan teknologi.

Banyak sekali pekerja Yahoo yang kemudian memproses permintaan perusahaan dalam membangun konten yang lain. Akhirnya, perusahaan Yahoo ini pun membuat konten berita, ruang mengobrol, hingga e-mail. Maka, terbitlah Google yang merupakan sama-sama mesin pencari. Pendiri Google dan Yahoo sama-sama berasal dari Stamford University yaitu Larry Page dan Sergey Brinn.


Perbedaan Fokus Google dan Yahoo

Beberapa tahun setelah berdiri, Google berkembang dengan sangat pesat dan justru mengalahkan index dari Yahoo. Mesin pencari ini bahkan sangat booming di dunia internet. Bahkan pada tahun 2000, Yahoo pun sempat menyewa Google untuk menggerakkan sistem pencarian mereka. Kendati demikian, kerja sama tersebut hanya bisa berjalan hingga tahun 2004 saja 


Akhirnya, mesin pencarian buatan Google pun tumbuh dengan lebih besar. Namun, Yahoo belum sadar pada saat itu dan terus menggunakan tenaga manusia untuk mengurasi internet. Hingga tibalah suatu waktu, seorang pionir dari Yahoo sadar dan mulai untuk memutar haluan. Namun sayangnya, upaya tersebut gagal. Di saat itu, Google pun sudah mencari mesin pencari paling kokoh.

Google pun dari awal memang mengembangkan teknologi dengan fokus sebagai mesin pencari. Kualitas mesinnya juga lebih diminati oleh para penggunanya. Banyak pengguna yang memasukkan kata kunci dan pertanyaan ke Google dan mendapatkan jawaban sesuai dengan yang mereka harapkan.

Akhirnya, Google pun menyelipkan iklan pada hasil pencarian orang-orang untuk memperbesar keuntungan mereka. Bisnis iklan ini hingga sekarang bahkan menjadi sebuah cerita paling sukses dan begitu fenomenal sepanjang sejarah perdagangan di era yang modern seperti sekarang.

Maka, perlu belajar banyak dari peristiwa Yahoo yang bisa tunduk terhadap kekuatan Google. Google bisa sukses karena memang selalu fokus terhadap konten mesin pencari yang sedari awal menjadi tujuannya. Meskipun teknologi terus dikembangkannya, namun fokusnya terhadap mesin pencari yang menjadi tujuan utamanya tidak pernah dilupakan.

Berbeda dengan Yahoo, karena pernah merasa menjadi nomor satu dalam dunia mesin pencari, Yahoo justru melupakan fokusnya sebagai mesin pencari dan justru membuat konten-konten yang lain. Itulah yang membuatnya menjadi lemah dan akhirnya tunduk terhadap kekuatan Google yang semakin besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar